Perbedaan utama antara UPS dan catu daya switching

UPS adalah catu daya tanpa gangguan, yang memiliki baterai penyimpanan, rangkaian inverter, dan rangkaian kontrol. Ketika pasokan listrik utama terputus, rangkaian kontrol UPS akan mendeteksi dan segera memulai rangkaian inverter untuk mengeluarkan tegangan AC 110V atau 220V, sehingga peralatan listrik yang terhubung ke UPS dapat terus bekerja untuk jangka waktu tertentu, sehingga menghindari kerugian yang disebabkan oleh gangguan listrik utama.
 
Catu daya switching berfungsi mengubah tegangan AC 110V atau 220V menjadi tegangan DC yang dibutuhkan. Catu daya ini dapat memiliki beberapa kelompok keluaran DC, seperti catu daya saluran tunggal, catu daya saluran ganda, dan catu daya multi-saluran lainnya. Komponen utamanya terdiri dari rangkaian penyearah, filter, dan rangkaian kontrol. Karena efisiensinya yang tinggi, ukurannya yang kecil, dan perlindungan yang sempurna, catu daya switching banyak digunakan dalam peralatan elektronik. Misalnya, komputer, televisi, berbagai peralatan, bidang industri, dan lain-lain.
 
1. Catu daya UPS dilengkapi dengan satu set baterai. Saat tidak terjadi pemadaman listrik dalam kondisi normal, pengisi daya internal akan mengisi daya baterai, dan memasuki kondisi pengisian mengambang (floating charge) setelah terisi penuh untuk menjaga daya baterai.
 
2. Ketika listrik padam secara tiba-tiba, UPS akan segera beralih ke mode inverter dalam hitungan milidetik untuk mengubah daya dalam paket baterai menjadi 110V atau 220V AC untuk pasokan daya berkelanjutan. Ini memiliki efek penstabilan tegangan tertentu. Meskipun tegangan input biasanya 220V atau 110V (Taiwan, Eropa, dan Amerika Serikat), terkadang tegangan akan lebih tinggi.
Tinggi dan rendah. Setelah terhubung ke UPS, tegangan keluaran akan mempertahankan nilai yang stabil.
 
UPS (Uninterruptible Power Supply) masih dapat mempertahankan pengoperasian peralatan untuk jangka waktu tertentu setelah pemadaman listrik. UPS sering digunakan pada kesempatan penting untuk menyimpan sementara daya dan menyelamatkan data. Setelah pemadaman listrik, UPS akan mengeluarkan suara alarm untuk memberi tahu adanya gangguan daya. Selama periode ini, pengguna dapat mendengar suara alarm, tetapi hampir tidak ada dampak lain, dan peralatan seperti komputer masih dapat digunakan secara normal.

pertanyaan 28


Waktu posting: 16 Desember 2021